Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, March 15, 2016

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa tips atau cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Karena begitu pentingnya motivasi belajar dalam proses perbaikan prestasi belajar, saya kira maka tips ini mungkin akan sangat bermanfaat.

Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu :

1. Memberi angka
Angka dalam hal ini merupakan simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.

3. Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.

4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.

5. Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.

6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.

7. Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8. Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa bisa  ditumbuhkembangkan dengan beberapa cara yaitu :

a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

b) Hadiah.
Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

c) Saingan/kompetisi.
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

d) Pujian.
Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

e) Hukuman.
Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.

f)  Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.

g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.

h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.
Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..

i) Menggunakan metode yang bervariasi.
Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.

j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Wednesday, November 4, 2015


Mengapa Keselamatan Mata begitu Penting?
Sepasang  mata  kita  merupakan  salah  satu  asset terpenting,  maka  pengamanan  terhadap  mata ketika  melakukan  kegiatan  sehari-hari  adalah mutlak  diperlukan. Mata sangat potensial  terkena bahaya pada saat bekerja, mata dapat terluka oleh partikel yang terbang dari mesin yang sedang beroperasi seperti kepingan logam atau kayu, debu, radiasi pembakaran/cahaya pada saat pengelasan atau  terkena  bahan yang mengandung kimia juga membahayakan mata. 

Memakai Alat Pelindung Mata

Langkah pertama untuk mencegah cedera di tempat kerja adalah untuk menjadi SADAR  akan  bahaya, dan sadar akan pentingnya menggunakan alat pelindung diri (APD). 


Contoh-contoh alat pelindung mata:
1.   Safety Glasses 
 
Kaca mata ini terlihat seperti kacamata biasa, terbuat dari bahan yang tahan tehadap tubrukan sehingga melindungi mata dari adanya benda yang terbang mengenai mata.
2.   Goggles / Kacamata Debu

Kacamata ini melindungi mata dari adanya percikan cairan-cairan kimia atau  dari tubrukan benda-benda yang terbang yang bisa merusak mata.
3.  Shaded Eyewear

Sejenis kaca mata gelap atau bayangan. Kacamata ini melindungi mata dari radiasi pembakaran. 
4.  Face shields dan Head Coverings 

Pelindung muka dan penutup kepala. 


Tip untuk melindungi mata:
1.   Pilihlah jenis kaca mata yang tepat   untuk   jenis bahaya yang ada ditempat kerja.
2.   Jauhi bahaya-bahaya yang mungkin ada.
3.   Pasang pengaman  yang berfungsi untuk melindungi mata  dari potongan-potongan kayu atau serpihan logam seperti system exhaust yang dapat  menghilangkan partikel-partikel yang berbahaya dari udara,  layar  untuk  melindungi mata dari bahaya radiasi cahaya.
4.   Bacalah label dan MSDS ( Materi Safety Data
Sheet ) sebelum memakai zat-zat kimia. Patuhilah petunjuk keselamatan yang tercantum dalam MSDS.
5.   Pelajari  bagaimana cara mengobati luka di mata. Pelajari terlebih dahulu di mana tempat pencuci mata dan cara pengoperasiannya. Sebab mungkin dan perlu memakainya pada saat  terkena percikan cairan kimia, dan bila mendapat luka di mata maka lakukan tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun meskipun  telah melakukan tindakan yang benar, tetap  harus mencari pengobatan lebih lanjut terhadap luka di mata tersebut. 

Catatan: 

PEMAKAIAN YANG BAIK DAN BENAR DARI ALAT PELINDUNG MATA SERTA BEKERJA SESUAI STANDAR PROSEDUR YANG ADA AKAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP MATA.


Manusia hidup dengan oxigen, oxigen didapatkan dari udara yang ada disekitar kita. Tentunya udara yang kita hirup adalah baik dan bersih, apabila udara yang kita hisap itu kotor karena adanya debu maka ini mempengaruhi/membuat sakit pada paru-paru kita.

Untuk menanggulangi itu semua, maka gunakan alat pelindung diri pada pernafasan yaitu masker/respirator.
 
MASKER
Peralatan ini digunakan pada tempat atau daerah kerja seperti :
1. Pada tempat yang berdebu
2. Pekerjaan pengecatan, penyemprotan dengan bahan kimia
3. Daerah yang belum diuji karena adanya gas beracun
4. Daerah berasap atau daerah dimana kekurangan oksigen
5. Pekerjaan sandblasting

RESPIRATOR
Respirator digunakan untuk menutup hidung dan mulut sehingga pernafasan diharapkan selalu melewati respirator. Respirator digunakan untuk menyaring udara yang kotor agar aman dikonsumsi.

4 JENIS PENYAKIT PERNAFASAN YANG MENYERANG MANUSIA

1. TUBERCOLUSIS  (TBC)
TBC termasuk gangguan pernafasan yang bisa menular melalui udara saat penderita sedang batuk atau bersin.  TBC merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian bagi penderitaya.

2. BRONKITIS
Bronkitis termasuk penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus maupun bakteri yang menyebabkan peradangan pada selaput lendir , saluran bronkia dan trakea. Gejala –gejala yang dapat dikenali dari penyakit ini adalah kepala sering sakit, penglihatan tampak kabur pembengkakan pada pergelangan kaki, mudah lelah, flu yang yang berkepanjangan, batuk berdahak dan sering sesak nafas.

3. ASMA
Penyebabknya karena saluran pernafasan mengalami penyempitan. penyakit ini akan kambuh jika menghirup udara kotor, udara dingin, alergi dan stress.

4. SINUSITIS
Sinusitas disebabkan oleh infeksi jamur, virus dan bakteri. Gejala umum : Sering bersin, tercium bau busuk pada hidung saat bernafas, ingus yang keluar dari hidung berwarna kekuning-kuningan, kepala terasa sakit seperti ada tekanan dan hidung terasa tersumbat.


Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, gangguan terhadap pekerjaan maupun kerusakan pada lingkungan.

Tujuan Pelaporan :
  1. Untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi didalam maupun diluar tempat kerja untuk keperluan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan.
  2. Mengidentifikasi dan menginvestigasi penyebab kecelakaan kerja dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang.

Pelaksanaan Pelaporan :
  1. Apabila terjadi kecelakaan disuatu unit kerja, maka karyawan yang mengetahui kejadian tersebut memberikan pertolongan pertama pada korban (P3K).
  2. Karyawan lainnya yang mengetahui kejadian segera menghubungi pimpinan untuk memberitahukan perihal terjadinya kecelakaan untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya bawa korban ke unit gawat darurat rumah sakit, bila diperlukan.
  3. Melaporkan kejadian kecelakaan yang sesuai secara singkat dengan menyebutkan lokasi kejadian serta peristiwa terjadinya dengan jelas.
  4. Atasan korban melaporkan kejadian tersebut secara tertulis kepada pengawas K3 (dengan menggunakan formulir laporan kecelakaan).
  5. Petugas K3 dan atasan korban meneliti sebab-sebab kecelakaan dan menentukan langkah-langkah pencegahan agar kecelakaan yang serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.
  6. Bila kecelakaan menimpa seorang karyawan diluar kawasan maupun lingkungan perusahaan, maka karyawan lain atau pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu segera memberitahu hal tersebut kepada pihak perusahaan.

 


Monday, August 10, 2015

Cara menghadapi masalah dan solsuinya
Masalah ? Masalah itu adalah suatu hal yang lazim terjadi di kehidupan sehari-hari, apabila kenyataan yang kita hadapi itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita sebagai hamba Allah, pastilah sering diberikan suatu masalah sebagai ujian dan juga peringatan dalam menjalani kehidupan ini. Apabila kita memandang masalah itu sebagai ujian, kita akan bisa memahami bahwa masalah itu adalah cara Allah membimbing kita supaya dapat meningkatkan kualitas diri. Maka dari itu dalam setiap kali kita menyelesaikan suatu masalah, kita akan dapat menyadari dan menikmati proses dari tahap tersebut. Kita harus dapat memahami bahwa masalah hidup seperti halnya sakit, musibah bencana alam ataupun kecelakaan yang dialami oleh semua makhluk ciptaan Allah sebagaimana yang sudah Allah katakana dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157 : 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna Lillahi wa inna ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan merek itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Tuesday, July 7, 2015


Mengeluh ketika dihadapkan pada suatu masalah itu memang perlu, supaya untuk melepaskan energi dan pikiran negatif supaya kesehatan mental kita tetap terjaga (atau seenggaknya biar nggak jadi jerawat). Tapi siapa sih yang suka punya teman yang bukan hanya sering mengeluh, tapi juga mengeluhkan hal yang sama berulang-ulang dan terus menerus.
Satu Jalan Tertutup, Temukan Jalan Baru 
 
Berapa kali Anda merasa putus asa kehilangan harapan saat menemui jalan buntu? Ketika semua harapan hilang begitu saja. Saat semua usaha dan kerja keras berakhir tanpa menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Berada dalam posisi ini memang berat, bisa-bisa malah membuat kita ingin meninggalkan kehidupan. Ladies, pernahkah Anda merasa sudah stuck dan tak tahu harus berbuat apa?

Everyday is a struggle but it's how you deal with your struggles that make you stronger or weaker.”― Alcurtis Turner
Powered by Blogger.

Video

Our Facebook Page